Banner1

Banner1

Entri Populer

Waspadai Racun Mematikan di Sekitar Kita

Pembunuhan King Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang disebabkan oleh racun VX pada Senin 13 Januari 2017 lalu, membuat kita penasaran terhadap racun yang bisa menewaskan manusia dalam waktu 15-20 menit tersebut. Sebetulnya racun VX ini hanyalah salah satu dari sejumlah racun di sekeliling kita yang perlu kita waspadai.

Berikut beberapa racun lainnya di sekeliling kita :

Arsenik

Arsenik atau arsenikum adalah unsur kimia dalam tabel periodic yang memiliki simbol As dan nomor atom 33, merupakan bahan metaloid yang terkenal beracun. Arsenik dan senyawanya digunakan sebagai pestisida, herbisida dan insektisida.

Orang yang terpapar zat ini bisa jadi dalam waktu yang akan datang menderita keracunan kronis dan karsinogenik.

Dan gejala orang yang keracunan zat ini secara akut bisa terjadi dalam 2 bentuk :
a. Kelumpuhan parah yang dapat terjadi dalam waktu 1-2 jam dan biasanya ditandai dengan tanda-tanda mengigau atau kegilaan
b. Gangguan pencernaan seperti mual, sakit kepala, nyeri hebat, muntah dan diare.

Zat arsenik dapat merusak sistem pencernaan manusia sehingga menyebabkan kematian karena shock. Ingat kasus kematian Munir ? Itu disebabkan oleh zat arsenik.

Apabila masih dalam bentuk unsur ia tidak berbahaya, namun bila dalam bentuk oksidannya yaitu arsen dioksida (bentuk serbuk putih dan larut di air), maka bersifat racun.
 
Makanan atau minuman yang dicampur arsenik tidak akan berasa sehingga arsenik sulit untuk dideteksi.

Arsenic

Botulisme/botulus/botulinus

Keracunan jenis ini berupa kelumpuhan yang disebabkan oleh botulinum toksin, yang diproduksi bateri "Clostridium botulinum". Kelumpuhan yang terjadi adalah kelumpuhan akut pada kedua sisi saraf tubuh (saraf karnial) dan saraf yang melakukan kontrol otomatis serta kesadaran dalam tubuh.

Selain itu, jenis banteri ini termasuk golongan anaerob, yaitu dapat bertahan hidup, mereproduksi dirinya sendiri serta menghasilkan racun yang paling mematikan dan efektif pada tingkat oksigen yang sangat rendah.

Racun dari bakteri ini dikenal paling kuat sampai-sampai dilarang penggunaannya sebagai senjata biologis dalam peperangan.

Keracunan botulisme biasanya karena makanan yang dikonsumsi atau suntikan ke dalam tubuh, yang dapat merusak sistem saraf dan melumpuhkan otot dengan menghambat pelepasan neurotransmitter acetycholine dari saraf.

Sianida

Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok siano dengan atom karbon terikat ketiga ke atom nitrogen.

Sianida biasanya digunakan di pertambangan, berfungsi memisahkan kandungan emas dari material lainnya, sehingga didapatkan unsur emas murni.

Sianida membuat tubuh manusia tidak dapat menggunakan oksigen untuk mempertahankan tubuhnya. Dan zat ini bisa berbentuk gas seperti hidrogen sianida atau dalam bentuk kristal seperti potasium sianida atau sodium sianida.

Potasium sianida adalah racun yang sangat mematikan dengan waktu reaksi 3-4 jam kemudian mati. Racun ini menyerang pembuluh darah jantung, menutup aliran darah sehingga korban kolaps dan mati. Bisa diperoleh dari peracun ikan (potas) dan pupuk urea.

Sementara sodium sianida adalah turunan dari potasium sianida dan diklaim lebih mematikan dari potasium sianida. Keduanya memiliki efek sama namun sodium sianida bisa membunuh kurang dari 3 jam dengan dosisi yang sama. Bisa didapatkan di pabrik pupuk dan pengolahan limbah kimia.

Gas sianida dapat diserap melalui inhalasi (paru-paru), kulit atau ingesti (mulut menuju perut) dan didistribusikan ke seluruh tubuh. Jika zat ini masuk ke dalam tubuh, bisa menghambat kerja enzim tertentu di dalam sel, mengganggu penggunaan oksigen oleh sel dan menyebabkan kematian sel. Pada dosis tertentu bahkan dapat menyebabkan kematian hanya dalam waktu 15 menit saja akibat kekurangan oksigen.

Tetrodoksin

Biasa terdapat dalam ikan puffer/ikan buntal (banyak terdapat di Asia terutama di Jepang), dan bisa menyebabkan keracunan tetrodoksin neurotoksin. Dosis 1-2 gram tetrodoksin murni bisa mematikan dan diperkirakan efeknya melebihi sianida.

Toksin ini akan terkonsentrasi di hati, organ kelamin dan kulit hewan. Dan kondisinya akan tetap stabil jika terkena suhu tinggi dan larut dalam air.

Zat ini berbentuk heterosiklik kecil dan molekul organiknya dapat bekerja secara langsung di saluran elektrik natrium yang aktif di jaringan saraf. Karenanya orang yang keracunan zat ini mengalami kerusakan saraf.

Orang bisa terkena racun ini setelah mengonsumsi ikan puffer. Namun terkadang racun ini ditemukan dalam bentuk bubuk obat yang dimasukkan ke dalam aliran darah atau melalui luka yang terbuka. Jika diberi dosis tetrodoksi dalam jumlah yang mematikan yaitu lebih dari 1 mg, bisa menyebabkan kematian.

Dari berbagai sumber

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Waspadai Racun Mematikan di Sekitar Kita"

Posting Komentar