Banner1

Banner1

Entri Populer

Bahaya Sampah Plastik bagi Kesehatan dan Lingkungan


Tahukah anda, salah satu faktor yang menyebabkan kerusakan lingkungan sampai saat ini adalah
limbah sampah plastik ? Ya, kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit untuk dikelola. Belum lagi kebiasaan buruk masyarakat dalam mengelola sampah, padahal sampah dihasilkan setiap harinya.

Hal ini disebabkan butuh puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah plastik benar-benar terurai. Dan dibutuhkan ribuan tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.

Dibakar pun bukanlah sebuah solusi. Saat dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun
yang berbahaya bagi kesehatan, yaitu jika proses pembakarannya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya apabila dihirup, karena memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem syaraf dan memicu depresi.

Sampah plastik juga menyebabkan banjir, karena bisa menyumbat saluran-saluran air dan tanggul. Bahkan yang terparah bisa merusak turbin waduk.


Diperkirakan 500 juta hingga 1 milyar kantung plastik digunakan di dunia setiap tahunnya. Jika jumlah ini dibentangkan, maka dapat membungkus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat ! Coba bayangkan, alangkah fantastisnya jumlah tersebut ! Dan tahukah anda, setiap tahunnya sekitar 500 milyar hingga 1 trilyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya. Dan lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh mini market atau super market di dunia setiap tahunnya.

Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.
 
Beberapa negara sudah berusaha meminimalisir penggunaan plastik sebagai pembungkus, namun di negara kita nampaknya belum diatur dan belum difikirkan secara serius dampak sampah plastik ini. Bahkan pengolahan mandiri sampah rumah tangga masih menjadi hal yang langka, belum menjadi gerakan bersama.

Kepedulian terhadap masalah lingkungan menjadi dasar untuk merubah kebiasaan buruk, dimulai dari rumah tangga. Memang bukan hal mudah untuk merubahnya, namun bukan pula hal yang mustahil untuk dilakukan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bahaya Sampah Plastik bagi Kesehatan dan Lingkungan"

Posting Komentar